-¤*Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø*¤-
Selamat datang di Kampus -¤*Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø*¤-

Anda Belum terdaftar!!!

Pergunakan ID dan Avatar Anda yg Sopan untuk berkomunitas di Kampus ini!

Prosedur pendaftaran :

* Masukan data diri asli sesuai yang diminta saat Regitrasi
* Ketika mendaftar sebagai anggota baru harap dicatat bahwa Anda harus menggunakan alamat e-mail yang valid atau aktif
* Kampus DIOGO akan mengirim email Verifikasi ke e-mail Anda sebagai jembatan untuk validasi atau pengaktifan account.
* Malakukan aktifasi account Anda dari link yg telah dikirim ke e-mail Anda
* Login di Forum dengan menggunakan Nick ID dan Password yang Anda buat dan telah terkirim ke e-mail Anda.

Silahkan daftar dengan meng-klik tombol "Pendaftaran" (Registration)

Apabila Anda sudah pernah terdaftar silahkan Anda klik Tombol "Login"

Bagi Anda yang sudah hadir sebagai tamu Kampus, saya ucapkan terima kasih yang sebesar2nya, karena sudah menyempatkan waktu untuk hadir dan mencoba membaca serta mencari artikel yang Anda butuhkan.

Sekali lagi Salam Hangat selalu dari kami selaku kru DIOGO dan kami mengucapkan banyak terima kasih!!!

-¤*Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø*¤-

THE MASTERMIND of THE TRIPLE -X-
 
PortalIndeksFAQPencarianAnggotaPendaftaranLogin
DIOGO Menu



Menu Kategori
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar
Latest topics
Similar topics

Keywords
free Tutorial yahoo chat master internet download dark mail software cara rooms email bikin maker server room client boot buat destroyer booter paltalk billing anti make

Share | 
 

 Dewi Sartika Pahlawan Nasional Kaum Perempuan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø
OWNER
OWNER


HP HP : 0
Gender : Male Aquarius Jumlah posting : 369
Reputation : 26
Join date : 07.07.09
Age : 38
Lokasi : Bandung
Job/hobbies : Learn
Humor : 4 eyes

PostSubyek: Dewi Sartika Pahlawan Nasional Kaum Perempuan   
16th July 2009, 23:29
   

Indotoplist.com : Dewi Sartika (Bandung, 4 Desember 1884 - Tasikmalaya, 11 September 1947), tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966.

Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dan Raden Somanagara. Meski melanggar adat saat itu, orang tuanya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika, ke sekolah Belanda pula. Sepeninggal ayahnya, Dewi Sartika dirawat oleh pamannya (kakak ibunya) yang berkedudukan sebagai patih di Cicalengka. Dari pamannya, beliau mendapatkan didikan mengenai kesundaan, sedangkan wawasan kebudayaan Barat diperolehnya dari berkat didikan seorang nyonya Asisten Residen bangsa Belanda.


Sejak kecil, Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidik dan kegigihan untuk meraih kemajuan. Sambil bermain di belakang gedung kepatihan, beliau sering memperagakan praktik di sekolah, mengajari baca-tulis, dan bahasa Belanda, kepada anak-anak pembantu di kepatihan. Papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting dijadikannya alat bantu belajar.


Waktu itu Dewi Sartika baru berumur sekitar sepuluh tahun, ketika Cicalengka digemparkan oleh kemampuan baca-tulis dan beberapa patah kata dalam bahasa Belanda yang ditunjukkan oleh anak-anak pembantu kepatihan. Gempar, karena di waktu itu belum banyak anak-anak (apalagi anak rakyat jelata) memiliki kemampuan seperti itu, dan diajarkan oleh seorang anak perempuan.


Ketika sudah mulai remaja, Dewi Sartika kembali ke ibunya di Bandung. Jiwanya yang semakin dewasa semakin menggiringnya untuk mewujudkan cita-citanya. Hal ini didorong pula oleh pamannya, Bupati Martanagara, pamannya sendiri, yang memang memiliki keinginan yang sama. Tetapi, meski keinginan yang sama dimiliki oleh pamannya, tidak menjadikannya serta merta dapat mewujudkan cita-citanya. Adat yang mengekang kaum wanita pada waktu itu, membuat pamannya mengalami kesulitan dan khawatir. Namu karena kegigihan semangatnya yang tak pernah surut, akhirnya Dewi Sartika bisa meyakinkan pamannya dan diizinkan mendirikan sekolah untuk perempuan.


Tahun 1906, Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata, seseorang yang memiliki visi dan cita-cita yang sama, guru di Sekolah Karang Pamulang, yang pada waktu itu merupakan Sekolah Latihan Guru.


Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di sebuah ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluarganya yang perempuan. Merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, menulis, dan sebagainya, menjadi materi pelajaran saat itu


Usai berkonsultasi dengan Bupati R.A. Martenagara, pada 16 Januari 1904, Dewi Sartika membuka Sakola Istri (Sekolah Perempuan) pertama se-Hindia-Belanda. Tenaga pengajarnya tiga orang; Dewi Sartika dibantu dua saudara misannya, Ny. Poerwa dan Nyi. Oewid. Murid-murid angkatan pertamanya terdiri dari 20 orang, menggunakan ruangan pendopo kabupaten Bandung.


Setahun kemudian, 1905, sekolahnya menambah kelas, sehingga kemudian pindah ke Jalan Ciguriang, Kebon Cau. Lokasi baru ini dibeli Dewi Sartika dengan uang tabungan pribadinya, serta bantuan dana pribadi dari Bupati Bandung. Lulusan pertama keluar pada tahun 1909, membuktikan kepada bangsa kita bahwa perempuan memiliki kemampuan yang tak ada bedanya dengan laki-laki. Tahun 1910, menggunakan hartanya pribadi, sekolahnya diperbaiki lagi sehingga bisa lebih mememnuhi syarat kelengkapan sekolah formal.


Pada tahun-tahun berikutnya di beberapa wilayah Pasundan bermunculan beberapa Sakola Istri, terutama yang dikelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang memiliki cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika. Pada tahun 1912 sudah berdiri sembilan Sakola Istri di kota-kota kabupaten (setengah dari seluruh kota kabupaten se-Pasundan). Memasuki usia ke-sepuluh, tahun 1914, nama sekolahnya diganti menjadi Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan). Kota-kota kabupaten wilayah Pasundan yang belum memiliki Sakola Kautamaan Istri tinggal tiga/empat, semangat ini menyeberang ke Bukittinggi, di mana Sakola Kautamaan Istri didirikan oleh Encik Rama Saleh. Seluruh wilayah Pasundan lengkap memiliki Sakola Kautamaan Istri di tiap kota kabupatennya pada tahun 1920, ditambah beberapa yang berdiri di kota kewedanaan.


Bulan September 1929, Dewi Sartika mengadakan peringatan pendirian sekolahnya yang telah berumur 25 tahun, yang kemudian berganti nama menjadi "Sakola Raden Déwi". Atas jasanya dalam bidang ini, Dewi Sartika dianugerahi bintang jasa oleh pemerintah Hindia-Belanda.


Dewi Sartika meninggal 11 September 1947 di Tasikmalaya, dan dimakamkan dengan suatu upacara pemakaman sederhana di pemakaman Cigagadon-Desa Rahayu Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar, Bandung.
Sumber : www.bandung.go.id, id.wikipedia.org


_________________
Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø
Spoiler:
 
Kembali Ke Atas Go down
http://diogo.indonesianforum.net
 

Dewi Sartika Pahlawan Nasional Kaum Perempuan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

 Similar topics

-
» Servis di Kawasaki Dewi Sartika
» MUTILASI V*GINA...??!!!!!
» aksi ladybikers+ model seksi diatas moge ;) di TRANS|7,malam ini!!
» R9 Exhaust Titanium Full Carbon Kawasaki ER6n and Ninja 650 2012
» Illuminati Dkk.

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
-¤*Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø*¤- :: Artikel Lama :: RUANG INFORMASI :: BERITA & PENDIDIKAN :: Sejarah, Artikel, dan Cerpen-