-¤*Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø*¤-
Selamat datang di Kampus -¤*Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø*¤-

Anda Belum terdaftar!!!

Pergunakan ID dan Avatar Anda yg Sopan untuk berkomunitas di Kampus ini!

Prosedur pendaftaran :

* Masukan data diri asli sesuai yang diminta saat Regitrasi
* Ketika mendaftar sebagai anggota baru harap dicatat bahwa Anda harus menggunakan alamat e-mail yang valid atau aktif
* Kampus DIOGO akan mengirim email Verifikasi ke e-mail Anda sebagai jembatan untuk validasi atau pengaktifan account.
* Malakukan aktifasi account Anda dari link yg telah dikirim ke e-mail Anda
* Login di Forum dengan menggunakan Nick ID dan Password yang Anda buat dan telah terkirim ke e-mail Anda.

Silahkan daftar dengan meng-klik tombol "Pendaftaran" (Registration)

Apabila Anda sudah pernah terdaftar silahkan Anda klik Tombol "Login"

Bagi Anda yang sudah hadir sebagai tamu Kampus, saya ucapkan terima kasih yang sebesar2nya, karena sudah menyempatkan waktu untuk hadir dan mencoba membaca serta mencari artikel yang Anda butuhkan.

Sekali lagi Salam Hangat selalu dari kami selaku kru DIOGO dan kami mengucapkan banyak terima kasih!!!

-¤*Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø*¤-

THE MASTERMIND of THE TRIPLE -X-
 
PortalIndeksFAQPencarianAnggotaPendaftaranLogin
DIOGO Menu



Menu Kategori
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar
Latest topics
Similar topics

Keywords
dark paltalk destroyer email rooms bikin maker software yahoo server internet billing make Tutorial cara master booter chat room boot anti mail free client download buat

Share | 
 

 Stop Kekerasan Terhadap Perempuan!

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø
OWNER
OWNER


HP HP : 0
Gender : Male Aquarius Jumlah posting : 369
Reputation : 26
Join date : 07.07.09
Age : 38
Lokasi : Bandung
Job/hobbies : Learn
Humor : 4 eyes

PostSubyek: Stop Kekerasan Terhadap Perempuan!   
17th July 2009, 00:49
   

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan!


Kasus kekerasan terhadap Rihanna, penyanyi R&B Amerika, yang dilakukan oleh pacarnya yang juga penyanyi idola kaum muda, Chris Brown, seakan membuka mata kita akan maraknya kekerasan terhadap perempuan, baik lokal maupun internasional. Coba Anda iseng-iseng mengetikkan keyword 'aniaya pe-rempuan' atau ‘kekerasan perempuan’ di search engine internet. Ribuan artikel, berita, atau posting yang memberikan mengenai ke-kerasan terhadap perempuan akan tampil dalam sekejap. Pelakunya bermacam-macam, dari mulai mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah sampai orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki bahkan terpandang di masyarakat.


Kekerasan terhadap perempuan adalah setiap tindakan yang ber-akibat kesengsaraan atau penderitaan-penderitaan pada perempuan secara fisik, seksual, atau psikologis. Perbuatan ini termasuk ancam-an tindakan tertentu, pemaksaan, dan perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang baik yang terjadi di depan umum atau dalam lingkungan kehidupan pribadi.
Seringkali kekerasan pada perempuan terjadi karena adanya ketimpangan gender. Ke-timpangan gender adalah perbedaan peran dan hak perempuan dan laki-laki di masya-rakat yang menempatkan perempuan dalam status lebih rendah dari laki-laki. Memang sejak dulu, perempuan sering diasosiasikan sebagai makhluk lemah. Tapi alih-alih dilin-dungi dan disayang, perempuan senantiasa jadi korban emosi dari lawan jenisnya.

Kekerasan perempuan dapat terjadi dalam tiga bentuk:
  1. Tindak kekerasan fisik, yaitu tindak kekerasan yang ber-tujuan melukai, menyiksa atau menganiaya orang lain.
  2. Tindak kekerasan non-fisik, atau tindakan yang bertujuan merendahkan citra atau kepercayaan diri seorang perempuan, baik melalui kata-kata maupun melalui perbuatan yang tidak disukai/dikehendaki korbannya.
  3. Tindak kekerasan psikologis/jiwa atau tindakan yang ber-tujuan mengganggu atau menekan emosi korban. Secara kejiwaan, korban menjadi tidak berani mengungkapkan pen-dapat, menjadi penurut, menjadi selalu bergantung pada si lelaki dalam segala hal (termasuk keuangan). Akibatnya korban menjadi sasaran dan selalu dalam keadaan tertekan atau bahkan takut.

Rata-rata perempuan yang tertindas ini jarang berani bicara dan melaporkan pelaku kekerasan tersebut. Terkadang hal ini diakibatkan dominasi dan intimidasi dari pelaku, yang biasanya mengancam akan menyakiti lebih jauh lagi, bahkan menghilangkan nyawa. Lebih dari itu, rasa ketakutan dan tekanan psikis yang berlebihan akibat peri-laku buruk ini biasanya membuat perempuan merasa rendah diri dan tak berharga, sehingga ia akan mulai menganggap bahwa ia pantas diperlakukan seperti itu dan tak ada gunanya melaporkan si pelaku.


Meski sudah banyak kampanye yang digulirkan untuk menurunkan jumlah korban kekerasan terhadap perem-puan, misalnya oleh Komnas Perem-puan, tetap saja fenomena ini terus-menerus terjadi. Ternyata se-makin tingginya tingkat pendidikan dan kesejahteraan ekonomi masya-rakat tidak membuat kekerasan ter-hadap perempuan menurun. Selain itu, banyak orang yang menyadari, mengetahui, bahkan menyaksikan terjadinya kekerasan terhadap perempuan mengambil sikap pasif. Alasannya macam-macam, dari mulai takut untuk maju dan membela si korban, sampai tak mau mencampuri urusan orang lain.
Jika Anda adalah salah satu korban kekerasan terhadap perempuan, inilah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan fisik, jiwa, ke-warasan, bahkan nyawa Anda. Kalau Anda mengenal perempuan yang menjadi korban kekerasan, informasikan juga hal ini kepadanya.

  1. Catat
    Catatlah saat terjadi peristiwa kekerasan. Gunakan notes, kalender, ponsel, atau komputer untuk melakukannya. Pas-tikan catatan Anda tersembunyi dengan aman agar pelaku tidak mengetahuinya, kalau perlu gunakan kode-kode atau 'bahasa rahasia' yang tidak dipahaminya.

    Seorang wanita di Amerika yang memiliki suami tempramental yang abusif membuat catatan di kalendernya, setiap kali ia dipukul, ia mencatat bahwa ia ‘menyiram tanaman’, setiap kali ia dipaksa berhubungan seks, ia mencatat bahwa ia ‘menyiangi rumput liar di halaman’, dan semacamnya. Catatan ini bisa menjerat suaminya dalam dakwaan penganiyaan saat ia akhirnya memutuskan untuk melaporkan ke polisi.

    Usahakan untuk membuat catatan yang lengkap, kapan ter-jadinya peristiwa penganiayaan, jam berapa, serta siapa saja yang menyaksikannya. Hal ini akan memudahkan pihak yang berwajib untuk melakukan penyelidikan suatu saat nanti, dan akan bermanfaat untuk meyakinkan hakim di persidangan.


  2. Rekam buktinya
    Penganiayaan fisik sering mengakibatkan luka, memar, dan trauma lainnya. Jika ini terjadi, sebaiknya Anda merekam buk-tinya. Gunakan kamera untuk memotret bagian tubuh yang terluka, dan simpan diam-diam, atau titipkan ke orang lain yang bisa dipercaya. Foto bisa berbicara ribuan kata, dan hal ini memang benar adanya, apalagi jika dikaitkan dengan pembuktian kasus kekerasan terhadap perempuan. Jika hal ini sulit dilakukan, tunjukkan bekas kekerasan kepada orang lain, dan pastikan mereka dapat mengingatnya suatu saat nanti.

  3. Ceritakan pada seseorang
    Bicaralah kepada orang lain tentang kekerasan yang terjadi. Orang itu bisa sahabat, teman, keluarga, tetangga, atau pe-muka agama yang bisa Anda percayai sepenuhnya. Meski Anda merasa malu, takut, dan rendah diri, berbicara dengan orang lain akan sedikit meringankan beban di jiwa Anda. Selain itu, orang Anda ajak bicara itu dapat menjadi saksi penting atas apa yang sedang terjadi.

  4. Melarikan diri
    Melarikan diri atau kabur sejauh-jauhnya dari pelaku kekerasan adalah hal yang paling wajar dan masuk akal yang dapat Anda lakukan. Meski begitu, jangan bodoh untuk lari tanpa memiliki perlindungan apapun. Pastikan Anda memiliki tujuan atau orang yang bisa membantu, terutama untuk memastikan bah-wa pelaku tidak dapat menyakiti Anda lagi.

  5. Cari perlindungan atau dukungan
    Hal yang terkait dengan poin 4 adalah mencari perlindungan dan dukungan dari orang sekitar dan masyarakat. Bagaimana pun juga kasusnya, pelaku kekerasan adalah pihak yang salah, dan korban sama sekali tidak berhak menerima perlakuan seperti itu. Selain itu, terkadang masyarakat yang menjadi saksi atas peristiwa kekerasan yang berulang-ulang (misalnya dalam rumah tangga) bisa membantu menolong saat peristiwa itu berulang, caranya dengan memperingati pelaku atau me-lindungi si korban.

  6. Mempersiapkan perlindungan diri
    Setelah atau sebelum Anda berusaha melarikan diri dari ling-karan kekerasan ini, ada baiknya Anda menyiapkan per-lindungan diri, seperti uang, tabungan, serta surat penting untuk kebutuhan pribadi dan anak. Hal ini juga termasuk menghubungi orang yang bersedia melindungi Anda untuk sementara, sampai Anda dapat mandiri dan melanjutkan hidup dengan aman, jauh dari pelaku tindak kekerasan tersebut.

  7. Laporkan
    Inilah yang seharusnya dilakukan perempuan korban kekerasan sejak awal, yakni melaporkan hal ini terhadap pihak yang berwajib. Komnas Perempuan dapat menjadi rujukan Anda, karena Komisi itu memang dibentuk untuk membantu perem-puan yang menjadi korban kekerasan. Selain itu, ada berbagai women crisis center independen yang dapat membantu Anda keluar dari masalah ini. Jika Anda memutuskan untuk melapor ke polisi, agar laporan Anda ditindaklanjuti dengan baik, pasti-kan Anda memiliki paling tidak bukti kekerasan dan saksi yang bisa menguatkan pernyataan Anda. Buatlah pelakunya jera agar tidak mengulang perlakuan buruk tersebut ke Anda, atau ke orang lain.

  8. Lakukan visum dan obati luka-luka fisik
    Jika terjadi kekerasan fisik yang mengakibatkan trauma, pergi-lah ke dokter dan mintalah visum. Visum juga merupakan bukti kuat di pengadilan untuk menjerat pelaku tindak pidana ke-kerasan, karena disahkan oleh ahli medis atau dokter. Pergi ke dokter juga ditujukan untuk mengobati luka-luka yang terjadi akibat penganiyaan.

  9. Berkonsultasi dengan konsultan psikologis atau hukum
    Konsultan psikologis akan membantu Anda memulihkan trauma kejiwaan dan membantu Anda meraih rasa percaya diri sebagai wanita. Bicara dengan konsultan hukum tentu saja berguna jika Anda harus bersaksi di persidangan melawan pelaku ke-kerasan tersebut. Ada banyak konsultan yang akan membantu Anda—bahkan secara pro bono atau gratis—melalui masa-masa sulit ini.

Sebagai wanita modern, sudah saatnya kita bersikap asertif untuk berani membela diri dan hak asasi kita, sebagai manusia yang sama derajatnya dengan kaum pria. Karena sekali lagi, apapun alasannya, tak ada justifikasi bagi siapapun untuk menyakiti orang lain, ter-masuk juga lelaki menyakiti perempuan.

:rd:

Artikel ini dikutip dari :
http://www.hanyawanita.com/_relationship/among_us/article.php?article_id=9064

_________________
Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø
Spoiler:
 
Kembali Ke Atas Go down
http://diogo.indonesianforum.net
 

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan!

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

 Similar topics

-
» [ASK] Apa sih opini, pendapat, dan pandangan kalian terhadap sikap demonstran yang marak terjadi akhir-akhir ini? XD
» WTS Stop Lamp Led Ninja 250 HARGA MAHASISWA MURAH MERIAH
» Aneka Lampu Stop LED Kawasaki Ninja250 FI & Z250
» WTS tail light,stop lamp yamaha r6 led
» cara pemasangan stop lamp led thai

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
-¤*Ð÷Ì÷¤Õ¤÷G÷Ø*¤- :: Artikel Lama :: RUANG INFORMASI :: HOBBY & HIBURAN :: Seputar Kegiatan Kaum Hawa :: Gosip & Majalah-